Tampilkan postingan dengan label bijian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bijian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

Kacang Hijau


Kacang hijau (Hindi: मूँग), juga dikenal sebagai choroko (dalam bahasa Swahili), kacang, Mongo, moong, Moog (penuh) / Moog dal (split) (dalam bahasa Bengali, Marathi), kacang mash, munggo atau monggo, gram hijau, gram emas, dan kedelai hijau, adalah benih Vigna radiata yang berasal dari Bangladesh, India, dan Pakistan. Kacang split dikenal sebagai moong dal, Pesara [పెసర] (Telugu), yang hijau kulitnya, dan kuning ketika dikuliti. Kacang kecil, bulat telur dalam bentuk, dan hijau dalam warna. Kata "hijau" Bahasa Inggris berasal dari moong Hindi.

Kacang hijau adalah salah satu dari banyak spesies baru saja pindah dari genus Phaseolus Vigna dan masih sering terlihat dikutip sebagai Phaseolus aureus atau Phaseolus radiatus. Variasi ini tata nama telah digunakan mengenai spesies tanaman yang sama.

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan  (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.

Kacang Kedelai - Soybean


Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, Kacang kedelai ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara  oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Tanaman ini kadang-kadang disebut sebagai kacang besar (大豆 - dàdòu daizu Cina dan Jepang). Di Vietnam, tanaman ini disebut tương đậu atau nành đậu. Baik kedelai belum menghasilkan dan hidangan yang disebut edamame di Jepang,  tetapi dalam bahasa Inggris, edamame mengacu hanya untuk hidangan tertentu.

Kata "soy" bahasa Inggris berasal dari bahasa Jepang Shoyu (醤 油, しょうゆ?), Kata dalam bahasa Jepang untuk saus kedelai, "kedelai" berasal dari Belanda adaptasi dari kata yang sama.

Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboom, soja, soja bohne, soybean, kedele, kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning (aceh) dan gadelei. Berbagai nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia.

Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga.

Biji

Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.

Kecambah

Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge).